Perjalanan Wine China dan Asia Barat Pada Masa Lalu

gambar tumpukan wine

Sejarah dari wine negara china ini harus kita telusuri benar benar dari negara china ini sendiri. Ketika dilakukan penelitian di negara ini, di temukan beberapa fakta yaitu ditemukannya residu pada perabotan tembikar yang di temuka saat penelitian di negara itu. Residu yang di temukan di salah satu situs penelitian neolitik china awal jiahu diakui bahwa residu tersebut berasal dari minuman fermentasi yang terbuat dari campuran beras, madu dan juga buah buahan serta Radio karbon yang diduga berasal dari kurang lebih sekitar 7000-6600 tahun sebelum Masehi. Kehadiran buah buahan ini sendiri di idenfitikasi berdasarkan sisa sisa asam tartrat pada dasar dari toples tembikar yang di temukan pada situs penelitian tersebut. Hal ini sangatlah akrab bagi para penikmat wine yang botolnya di tutup dengan gabus, dan hal tersebut umum terlihat pada dasar dari botol wine tersebut. Para peneliti tidak dapat mempersempit lagi spesies tartrat yang ditemukan dan menyimpulkan bahwa spesies tartrat ini terdiri dari buah anggur, jenis jenis berry, atau buah ceri cornelian atau kombinasi dari buah buahan itu sendiri. Biji anggur dan biji berry hawthorn yang ditemukan di situ penelitian Jiahu ini adalah sebuah bukti bahwa wine bukanlah berasal dari jaman dinasti Zhou ( sekitar 1046 – 221 SM ) tetapi lebih tua dan lebih bersejarah dari itu.

Buah anggur yang digunakan pada saat itupun sebenarnya bukanlah buah anggur yang biasa di gunakan untuk membuat wine oleh orang orang eropa, melainkan adalah spesies buah anggur liar yang memang tumbuh dengan subuh di sepanjang daerah cina. Buah anggur liar ini di perkirakan memiliki sekitar kurang lebih 40 sampai dengan 50 jenis spesies yang berbeda. Dan buah anggur liar ini merupakan buah asli cina dan memang tumbung disepanjang dataran cina, serta buah ini bukanlah buah yang diimpor dari asia barat seperti yang di katakan oleh banyak referensi sejarah mengenai pembuatan wine ini. wine dari eropa sendiri baru di perkenalkan kepada negara cina pada abad kedua Sebelum Masehi, yang diperkenalkan melalui perdagangan yang dihasilkan di Jalur Sutra.

Sedangkan Bukti tertua dan terkuat untuk pembuatan wine di asia barat adalah dari situs periode Neolitik bernama Hajji Firuz, Iran, di mana endapan sedimen yang tersimpan di bagian bawah amphora terbukti merupakan campuran dari tanin dan kristal tartrat. Endapan yang di temukan disitus terdapat kurang lebih sekitar lima botol dan kandungan yang didalam sedimen  adalah tannin / tartrat, masing-masing dengan kapasitas sekitar 9 liter cairan. Hajji Firuz tercatat dalam sejarah sekitar 5400–5000 SM.

gambar wine mesir

Impor wine dari Asia barat telah diidentifikasi pada masa-masa awal dinasti Mesir. Sebuah makam milik Raja Kalajengking (bertanggal sekitar 3150 SM) berisi 700 guci yang diyakini telah dibuat dan diisi dengan wine di Levant dan dikirim ke Mesir.

Begitulah kurang lebih perjalanan pembuatan wine di asia barat dan china, semoga bermanfaat dan  dapat menambah pengetahuan kita mengenai wine. Terima kasih